Sarjana UTU Harus Merakyat
  • Prodi Sosiologi
  • 31. 07. 2020
  • 0
  • 135

Oleh : Aduwina, S.Sos., M.Sc*

Sebagai manusia biasa, tentunya kita bersyukur kepada Allah SWT atas raihan prestasi gelar sarjana. Meraih gelar sarjana bukanlah perkara mudah, begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan, baik usia, tenaga, biaya, waktu dan lain sebagainya. Tidak sedikit orang yang menyerah ditengah jalan sehingga tidak sampai pada moment yang berbahagia yaitu wisuda. Maka, bagi anda semua para sarjana patut bersyukur kepadaNya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana saudara memanfaatkan gelar yang telah dimiliki itu? Terutama sarjana Sosiologi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para Sarjana setelah menyelesaikan pendidikan strata satu di sebuah perguruan tinggi.

Yang pertama menjadikan ilmu yang didapat untuk membantu masyarakat menghadapi masalah sosial. Masyarakat sangat membutuhkan solusi-solusi untuk menyelsaikan berbagai persoalan, seperti persoalan pendidikan, moral, pemahaman agama, ekonomi, politik dan lain-lain.

Seorang sarjana tentunya harus memiliki konsep dan kerangka berfikir yang agaknya lebih solutif ketika dihadapkan kepada aspek-aspek kehidupan didalam masyarakat. Seorang sarjana seharusnya mampu memberi cara, teknik, pendekatan, dan hal-hal positif untuk mengatasi persoalan terkini.

Solusi yang dimaksud adalah berupa pemikiran solutif yang mampu menghadirkan manfaat untuk masyarakat. Solusi dari seorang sarjana bisa saja dilakukan dari berbagai bidang sesuai keahlian masing-masing. Universitas Teuku Umar yang telah mendeklair diri sebagai kampus sumber Insprirasi dan referensi yang memeiliki core Agro and Marine Industries tentu para lulusannya diharapkan mampu melahirkan ahli-ahli di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, sosial, teknik, ekonomi yang semua itu bisa dijalankan dengan terjun langsung kepada masyarakat ataupun secara lisan dan tulisan.

Kedua, seorang sarjana disamping bekerja memenuhi kebutuhannya, perlu juga bersosialisasi dangan masyarakat seperti dengan keuchik (kepala desa), tokoh didalam masyarakat tersebut sehingga interaksi tetap ada, dengan demikian tentu mendiskusikan persoalan apapun didalam masyarakat semakin mudah. Dengan akses ini tentu kita akan dapat memberi dan menuangkan pemikiran yang solutif kepada mereka secara langsung.

Saat pandemi Covid-19 melanda, hampir semua masyarakat merasa gelisah dan khawatir. Tidak sedikit pula yang kebingungan apa yang harus mereka lakukan. Jangankan masyarakat kampung, masyarakat yang tinggal dikota saja yang notabene tingkat pendidikannya lebih baik juga merasa kegelisahan itu. Disinilah peran Sarjana diperlukan, memberikan edukasi, sosialisasi dan bahkan ikut berpartisipasi aktif dalam memberi masukan maupun dalam kegiatan masyarakat. Diskusilah dengan kechik dan aparatur desa, apa yang bisa para Sarjana lakukan untuk membantu pemerintahan gampong dalam usaha mencegah dan menanggulangi Covid-19.

Ketiga, seorang sarjana dapat memamfaatkan media sosial untuk kepentingan sosial. Seorang yang aktif menggunakan media sosial sebaiknya tidak hanya menggunakannya untuk hiburan dan alat untuk mencari uang saja. Perlu juga menyampaikan ide, tanggapan solutif tehadap permasalahan yang ada. Seperti kejadian-kejadian terkini yang amat perlu diimbuhi penyelesaian dan jawaban persoalan dari masalah tersebut tentu sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasai, namun perlu dihindari menyebarkan berita bohong (hoaks).

Ayo para sarjana, kesempatam bagi anda memberikan ide dan gagasan atas ssjumlah masalah yang melanda Negeri ini. Masalah sampah, masalah banjir, dan isu lingkungan lainnya kerap menghiasi timeline media sosial hari ini. Jangan ikut menghujat atau memaki, namun cobalah berkontribusi dengan menawarkan solusi atau unjuk aksi. Cobalah menyalakan lilin kecil, bukan malah ikut mengutuk kegelapan.

Keempat, Sarjana tidak cukup hanya berhasil menyandang gelar saja, namun harus peka terhadap permasalahan sosial dalam semua hal. Sarjana jangan terjebak dengan euforia atas keberhasilan meraih strata satu, sarjana Sosiologi UTU diharapkan lebih banyak yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi, karena UTU adalah harapan baru bagi masyarakat Aceh.

Lulusan Universitas Teuku Umar harus bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat, jangan bersikap arogan. Anda adalah orang-orang terdidik, diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan daerah terutama pembangunan desa, dimana saat ini desa telah mendapatkan uang yang hampir mencapai satu miliar perdesa setiap tahunnya, namun bagaimana pemanfaatannya, sudah tepatkah? Disinilah kehadiran sarjana yang proaktif diharapkan.

Kelima, setelah lulus, tentunya sebagian besar sarjana mencari kerja, namun ditengah lapangan kerja yang semakin sempit, persaingan pencari kerja semakin berat, anda akan bersaing dengan sesama sarjana dari UTU dan juga dengan sarjana dari kampus lainnya di Aceh, maka disitu diperlukan kemampuannatau soft/hard skill yang lebih. Para sarjana dituntut untuk mengasaha dan menumbuhkan kreativitas supaya tidak tergilas oleh zaman yang semakin berubah ini.

Penulis adalah Dosen Prodi Sosiologi FISIP UTU

Komentar :

Lainnya :