Pakar Ristek Dikti Bahani Ilmu PR dan Innovation Bagi Dosen UTU
  • UTU News
  • 18. 06. 2021
  • 0
  • 611

MEULABOH, UTU – Sivitas akademika lingkup PTN dan PTS secara nasional termasuk dosen Universitas Teuku Umar (UTU) diberikan pemahaman mengenai Public Relation (PR) dalam ekosistem inovasi oleh pakar Kemendikbudristek Dikti bersama pelaku bisnis, secara virtual, Kamis, 17 Juni 2021.
Pemahaman dan pengetahuan terkait PR Innovatioan diberikan melalui, ‘Webinar PR Reka Innovation Peluang dan Tantangan Public Relations Dalam Ekosistem Inovasi’. Pakar PR Reka Innovation Peluang dan Tantangan Public Relations Dalam Ekosistem Inovasi adalah Prof. Dr. Nizam (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi). Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M. P (Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi). Prabu Revolusi (Vice President Business Development and Corporate Secretary MNC Media). Anggra Ayu Rucita (Kepala Komunikasi Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ade Kadarismen (Tim Kerja Akselerasi Inovasi Ditjen Dikti) dan hostnya adalah Karinka Bella (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Udayana/Duta Batik Provinsi Bali).
Ade Kadarisman antara lain menjelaskan, ada 5 (lima) persyaratan mendasar bagi profesi Public Relation (PR) yaitu ability to organize (kemampuan manajerial atau kepemimpinan), ability to communicate (kemampuan berkomunikasi), ability on get the with people (kemampuan bergaul atau membina relasi), personality integrity (memiliki kepribadian yang utuh dan jujur), imagination (banyak ide dan kreatif).
Selain itu, Ade Kadarisman juga menyampaikan, indikator kinerja utama perguruan tinggi dan peluang adalah penelitian market driven (orientasi pemanfaatan oleh masyarakat), akselerasi praktik keilmuan dari kampus di dunia usaha dan dunia kerja, akselerasi hilirisasi produk penelitian kampus.
Namun, masih adanya tantangan kolaborasi yang dihadapi saat ini yaitu belum ada pemerataan akses untuk kampus berdialog dengan industry, minimnya informasi terkait produk/jasa dari kampus yang diketahui oleh industry, industry melihat penelitian dan pengembangan produk adalah investasi yang mahal.
Sementara, narasumber Prabu Revolusi menjelaskan, pungsi Public Relation (PR) sendiri harus diredefinisi-ulang. Seiring dengan inovasi teknologi, peran Public Relation jadi lebih luas dan lebih stratagis. Keberhasilan Inovasi akan sangat ditentukan oleh bagaimana komunikasi dibangun disekitar produk atau keluarannya. (***)

 

 

Lainnya :