Jurnal Community UTU Raih Akreditasi SINTA Peringkat 4
  • UTU News
  • 30. 05. 2020
  • 0
  • 711

MEULABOH - UTU | Keberadaan Jurnal dalam dunia akademik seperti Perguruan Tinggi menjadi penting. Jurnal sebagai karya ilmiah merupakan sumbangsih pemikiran intelektual dari dunia akademik. Demikian pula yang dilakukan oleh Jurnal Community. Jurnal yang dikelola langsung oleh Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU).

Tim pengelola Jurnal Community selama ini aktif melakukan berbagai upaya perbaikan dan peningkatan baik peningkatan kapasitas pengelola, maupun pemenuhan seluruh instrumen penilaian jurnal. Alhasil, untuk pertama kalinya Jurnal Community mendapatkan akreditasi Nasional versi Science and Technology Index (SINTA) dari Kementrian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Hal itu sesuai dengan keluarnya hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2020 dan telah diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 85/M/KPT/2020 yang ditetapkan pada tanggal 01 April 2020.

Triyanto, MA selaku Editor in Chief Jurnal Community UTU menyampaikan bahwa dari kurang lebih 114 prodi Sosiologi di perguruan tinggi belum semuanya memiliki jurnal apalagi terakreditasi SINTA.

“Alhamdulillah saat ini jurnal Community Prodi Sosiologi UTU sudah terakreditasi SINTA peringkat 4 dari kesuluruhan 6 peringkat. Kemenristek/BRIN telah memiliki 6 peringkat akreditasi jurnal, mulai dari SINTA 1 sampai dengan SINTA 6,” papar Triyanto saat dihubungi UTUnews pada Sabtu (30/5/2020) via pesan WA.

Triyanto menambahkan keunggulan jurnal Community yaitu proses submit hingga publish artikel sepenuhnya berbasis OJS.

“Indikator penilaian jurnal yakni dari pengelolaan, sistem yang baik, tepat waktu dalam merilis publikasi. Selain itu pada setiap pengelolaan jurnal juga rutin dipantau oleh Ristek/BRIN. Terakreditasinya jurnal Community ini berkat dukungan dari berbagai pihak baik dari pimpinan, pengelola jurnal Universitas, kaprodi dan Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI),” ujarnya.

Sementara Koordinator Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah UTU, Nodi Marefanda, M.A.P menyampaikan Alhamdulillah hingga periode 1 tahun 2020, kita telah memiliki 14 jurnal yang terakreditasi SINTA dari 24 jurnal secara keseluruhan, dengan perolehan akreditasi beragam mulai peringkat SINTA 4, 5 dan 6. Khusus Jurnal Community merupakan satu-satunya yang berada di Peringkat SINTA 4.

Selain itu, instrumen penilaian berbasis digital, tidak seperti dulu yang manual, yang dilihat pertama adalah penyebarannya, kunjungan setiap harinya atau dinilai jumlah viewer-nya,” jelas Nodi.

Menurutnya, kunjungan ke halaman Jurnal Community sudah terhitung lumayan. Dilihat dari grafik kunjungan perharinya bisa sampai 174 view dari berbagai negara yang mengakses jurnal-jurnal yang tersedia di Jurnal Community. Selain banyaknya kunjungan secara digital, akreditasi juga dilihat dari Sumber Daya Manusianya (SDM).

“Kemudian yang kedua, dari sisi SDM nya. Editor dan Reviewernya juga sangat penting. Editor di Jurnal Community memang sudah beragam, yaitu dari Unsyiah Banda Aceh, UIN Sultan Agung Semarang dan Universitas Lampung. Terus reviewer selain dari dalam negeri juga dari negeri jiran Malaysia. Reviewers dalam negeri seperti UGM Yogyakarta, Universitas Udayana Denpasar, Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Halu Oleo Kendari. Sementara dari Malaysia ada dari University Kebanggaan Malaysia, University Putra Malaysia, dan University Malaysia Terengganu," imbuhnya lagi.

Ketiga, hal yang tidak kalah penting ialah manajemen OJS-nya itu sendiri. Dilihat dari mana artikel itu masuk, dikelola, dan dimasukan ke editor, reviewer. Proses tersebut menurut Nodi, yang juga sebagai Dosen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan proses yang sudah memiliki sistem tersendiri.

“Ketiga indikator tersebut harus benar-benar disiapkan untuk pengajuan akreditasi. Kami dari tim pengelola pusat, selalu siap apabila pengelola di tingkat prodi mengalami kesulitan pada sistem OJS,” Pungkas Nodi. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :