Dosen UTU Diskusi Tentang Kedaireka dan Matching Fund Secara Virtual
  • UTU News
  • 17. 06. 2021
  • 0
  • 366

MEULABOH, UTU – Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) bersama sivitas akademika dari perguruan tinggi lainnya secara nasional mengikuti sosialisasi mengenai kolaborasi reka cipta malalui kedaireka, secara virtual, Rabu, 16 Juni 2021.
Tujuan sosialisasi kolaborasi reka cipta melalui kedaireka untuk lebih mengenal lebih dekat tentang Kedaireka dan Program Matching fund. Sosialisasi dan diskusi itu bersama Prof. Dr. Nizam (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sri Fatmawati, Ph.D (Inovator Institut Teknologi Sepuluh November dan Ketua Umum ALMI), Achmad Adhitya Maramis, Ph.D (Koordinator Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti).
Dari diskusi tersebut mendapatkan pemahaman bahwa matching fund adalah bentuk nyata dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industry. Dengan alokasi dana sebesar Rp 250 miliar, matching fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform kedaireka.
Dukungan matching fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian delapan indikator kinerja utama perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud yaitu lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus, dosen berkegiatan diluar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional, program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia, kelas bersifat kolaboratif dann partisipatif, program studi berstandar internasional. Untuk meraih kesempatan mendapatkan matching fund, insan Dikti dipersilakan mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan industry tercipta.
Sebelumnya sivitas akademisi UTU bersama sivitas akademisi perguruan tinggi lain se-Indonesia mengikuti Sosialisasi Program Startup4industry Kementerian Perindustrian Penggunaan Platform Kedaireka.
Tujuan sosialisasi program startup4industri ini untuk menginforsikan kepada para insan Dikti yang telah terdaftar di dalam platform Kedaireka untuk dapat memanfaatkan program startup4industry milik Kementerian Perindustrian ini dalam membangun ekositem kerja sama antara industry dengan perguruan tinggi di tahun 2021.
Narasumber Dini Hanggandari mengharapkan kepada sivitas akademika perguruan tinggi berperan sebagai pendamping baik untuk industry sisi startup maupun pelaku industrinya dan bersama-sama melakukan monitoring serta evaluasi dari capaian dan dampak implementasi. Namun, “kita harus bicara lebih detil lagi dalam hal ini. “
Narasumber lain, Fadli Hamsani menyebutkan, perubahan yang terjadi saat ini tidak hanya dari sisi industry, tetapi juga dari sisi teknologi provider, dari sisi edukasi dan sebagainya. Semua sektor perlu diikutkan, entrepreneur-kah, teknologi patner-kah, sturtup4-kah, government-kah. “Ini semua harus menjadi sebuah ekosistem. Bagaimana sebenarnya startup4industri itu bisa mempercepat program yang sudah digadang-gadang di Indonesia dari awal April 2018 yaitu industry 4.0.”
Menurutnya, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi oleh startup4industri yang saat ini sudah menjadi kebutuhan yang berbeda-beda, artinya perusahaan besar yang mengkin bisa menggunakan teknologi dari luar yang sudah mapan. Tetapi ini juga bisa menjadi peluang besar bagi para startup4industri lokal di Indonesia untuk dapat mengambil peluang tersebut.
Intinya startup4industri itu menjadi sebuah wadah untuk menselerasi kebutuhan-kebutuhan yang sudah ada di industry. Artinya, banyak sekali peluang dan kesempatan yang bisa dilakukan dengan berpartisipasi di startup4industri. “Saya berikan contoh sederhana saja, bahwa dalam asumsi industry manufacturing, dimana kita mengetahui industry manufacturing merupakan salah satu penyumbang terbesar juga di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian sangat fokus untuk bisa meningkatkan efesiensi dan lain-lain di industry manufacture”, sebut Fadli Hamsani. (***)

Lainnya :