Darurat Covid-19, Gampong Tangguh Perlu Diterapkan Di Aceh
  • Prodi Sosiologi
  • 03. 08. 2020
  • 0
  • 690

Oleh : Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc*

Rasanya status Darurat Covid-19 pantas dialamatkan untuk Provinsi Aceh, betapa tidak sejak dimulainya wabah Covid-19 melanda Aceh, baru kali ini pergerakan jumlah terkonfirmasi positif begitu cepat. Bayangkan dalam dua hari hampir 200 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemerintah diminta untuk segera melakukan upaya cepat dalam pemutusan penyebaran Covid-19 dan melindungi warga Aceh dari ancaman virus yang mematikan ini. Perlu lebih ekstra dibandingkan penanganan beberapa bulan yang lalu.

Berpijak pada statistik peningkatan positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir dan kasus positif Covid-19 yang terjadi di Aceh Barat, tepatnya di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureuboe (31/7) yang notabenenya adalah pendatang dari Jakarta Timur (mudik lebaran), maka saya mengusulkan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk segera membentuk *Gampong Tangguh Covid-19*.

Keberadaan Gampung tangguh, diharapkan menjadi salah satu solusi tepat dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Aceh. Bahkan Gampong pertama yang kami usulkan di Aceh Barat untuk menjadi Gampong Tangguh Covid-19 adalah Gampong Gunong Kleng, Meureubo. Untuk menjawab rasa cemas masyarakat setelah ditetapkan 4 warga yang seminggu terakhir bermukim disana sebagai pasien positif Covid-19. Tak bisa dipungkiri, dalam tradisi masyarakt Aceh jika ada baru pulang dari perantauan maka sanak family akan saling bersilaturrahmi.

Gampung Tangguh itu, nantinya diharapkan bisa mengedukasi dan melatih masyarakat dalam upaya pemutusan wabah covid-19. Kesadaran masyarakat, secara otomatis akan terbangun dengan adanya Gampung tangguh itu. Dalam pembentukan Gampong Tangguh semua unsur atau stakeholder harus dilibatkan, tak terkecuali masyarakat yang menjadi ujung tombak dalam inovasi yang digagas oleh POLRI ini. Karena sebaik apapun program tanpa partisipasi masyarakat, tidak akan sukses dan bermanfaat.

Apa yang membedakan Gampong Tangguh dengan gampong lainnya di Aceh.? Saat memasuki Gampung tangguh masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, yakni mencuci tangan dengan sabun, wajib menggunakan masker, pemberlakuan jam malam dan tersedianya rumah karantina.

Di Gampung Tangguh itu disiapkan Posko Covid-19, dimana beberapa warga secara swadaya menjaga kampung dari lalu lintas orang keluar masuk. Warga yang berjaga dengan kesadaran sendiri mengamankan kampungnya dengan mengingatkan warga untuk memakai masker dan membawa hand sanitizer.

Bukan itu saja, warga di Gampong Tangguh juga memeriksa tamu yang masuk ke daerahnya, di antaranya pemeriksaan suhu badan menggunakan thermo gun, wajib memakai masker dan berlaku juga jam malam, memportal pintu-pintu masuk sesuai protokol dan SOP kesehatan.

Untuk mewujudkan dan melaksanakan Gampong Tangguh ini diperlukan kerjasama lintas sektor terutama Pemerintah Daerah, TNI/POLRI, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat, perusahaan dan stakeholder lainnya.

Gampong Tangguh diharapkan menjadi salah satu solusi dalam upaya pemutusan penyebaran Covid-19 di Aceh, khususnya di Aceh Barat. Manfaat lainnya yang dirasakan jika Gampong Tangguh ini diwujudkan adalah lingkungan gampong aman dari kejahatan pencurian yang kini mulai marak lagi dibeberapa wilayah.

Jika sebelumnya Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa telah mendukung upaya penanggulangan Covid-19 lewat program pengadaan APD, bantuan sembako dan Bantuan Langsung Tunai oleh Desa, maka saat ini perlu kiranya Pemerintah mulai dari Provinsi, Kabupaten hingga desa untuk mendukung anggaran untuk mewujudkan Gampong Tangguh.

*Penulis adalah Dosen di Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU).

Artikel ini sudah tayang di rubrik Opini media online meulabohnews.com

Komentar :

Lainnya :