55 CPNS UTU Formasi 2018 Ikuti Latsar Melalui Distancing Learning
  • UTU News
  • 02. 06. 2020
  • 0
  • 852

MEULABOH – UTU | Sebanyak 55 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Universitas Teuku Umar (UTU) formasi 2018 mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan II – V melalui model Distance Learning (pembelajaran jarak jauh) dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Upacara pembukaan Latsar yang dilaksanakan oleh KHAN Aceh ini dibuka secara langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr. Adi Suryanto melalui fasilitas video conference yang diikuti oleh 160 peserta dari beberapa kampus di Aceh, Selasa (2/6).

Adi Suryanto dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa LAN tetap melaksanakan Latsar CPNS tahun 2020 ini dengan berusaha adaptif dalam menjalankan tugasnya untuk mengembangkan kompetensi ASN Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

“Pada situasi yang terjadi sekarang ini kita semua dihadapkan pada sejumlah keterbatasan, namun kita tidak boleh berhenti bekerja, berkarya, dan berkreasi. Untuk itu saya meminta agar semua pelatihan yang memungkinkan untuk diselenggarakan melalui distance learning dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.” tambahnya.

Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan bahwa Latsar merupakan suatu kewajiban bagi CPNS untuk mengikutinya, dan ini merupakan sebuah momentum yang penting, karena setiap peserta berasal dari instansi yang berbeda. Sehingga semua peserta latsar dapat menjalin kolaborasi, membangun semangat kebersamaan, sehingga tidak boleh ada lagi yang namanya ego sektoral, silo mentality, dan merasa lebih dari yang lainnya. Kita bangun pemikiran bersama bahwa kita adalah ASN Indonesia yang bekerja untuk satu pemerintah.

Manyoritas peserta Latsar adalah dosen atau tenaga pendidik yang memiliki peran strategis dalam membina, mendidik dan menghasilkan generasi yang berkarakter dan berilmu pengetahuan melalui pergurun tinggi. Maka dari itu, Kepala LAN berharap kepada pimpinan instansi untuk dapat menjadikan mereka (ASN) sebagai asset organisasi, yang tentunya harus didukung dengan system pengembangan kompetensi ASN, karena hal itu adalah hak bagi mereka untuk berkembang.

“Kita harapkan birokrasi negara kita ke depan akan semakin lebih baik lagi dengan kehadiran ASN muda, kawan-kawan milenial ini dengan membawa perubahan dan percepatan. Namun perlu diingat dan diinternalisasikan bahwa seorang ASN harus memiliki karakter sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat/pemersatu bangsa”, ungkapnya.

Kepala LAN juga menyatakan hadirnya lapisan baru generasi ASN saat ini akan mempercepat apa yang diinginkan oleh pemerintah yaitu membangun birokrasi berkelas dunia pada tahun 2024 sebagai salah satu tujuan dari reformasi birokrasi. Kita harus siap dan terbiasa menghadapi kondisi yang rumit ini, kompleksitas, perubahan dan ketidakpastian, salah satunya menghadapi wabah Covid-19.

“ini dimungkinkan kedepan, untuk menghadapi era baru yang disebut New Normal life didunia pendidikan dan pelayanan public. Kita tidak bisa berpangku tangan atau dirumah saja, kita dituntut oleh keadaan untuk produktif terutama dalam bidang pelayanan public.

Kita dihadapkan pada tantangan kedepan yang sama-sama diminta untuk mewujugkan SMART ASN, yaitu ASN yang berintegritas, nasionalisme, profesionalitas, berwawasan global, menguasai Informasi teknologi & Bahasa, ASN yang berjiwa melayani dan berjiwa entreupreunership. Jelasnya

Saya mengingatkan agar para peserta sungguh-sungguh dalam mengikuti latsar ini, karena syarat utama menjadi aparatur sipil Negara adalah lulus di Latsar CPNS. “Untuk peserta saya minta untuk bersungguh sungguh ya, karena kalian tidak akan bisa jadi PNS kalau tidak lulus latsar”. tutup Kepala LAN.

Sementara sebelumnya Kepala Puslatbang KHAN Aceh, Ir. Faizal Adriansyah, M.Si dalam laporannya menyampaikan meskipun pelaksanaan Latsar secara Distancing Learning, namun kehadiran secara fisik di layar monitor menjadi kewajiban dan dinilai.  

Lebih lanjut Faizal menjelaskan tujuan diadakannya Latsar ini adalah untuk mengembankan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. Kompetensi dimaksud diukur berdasarkan kemampuan dalam menunjukkan sikap perilaku bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI, dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.

Latsar CPNS Golongan III Angkatan II s.d. V Tahun 2020 ini diikuti oleh 160 peserta yang berasal dari 6 instansi, yaitu Universitas Teuku Umar, Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, Istitut Seni Budaya Indonesia Aceh dan Politeknek Negeri Lhoksemawe.

Turut menyaksikan acara tersebut, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Kemendikbud RI, Dewi Andayani, S.E.Ak., M.AB, Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA, Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra MT, Direktur AKN Aceh Barat, Ir. Dailami, M., Kepala Biro Umum dan Keuangan Unsyiah Maimun, S.T., MM., Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Dr Ir Mirza Irwansyah MBA, MLA dan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc. JPT Pratama di lingkungan LAN, Para Pejabat Pembina Kepegawaian instansi pengirim peserta, dan Widyaiswara LAN. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :